Minggu, 29 Juli 2012
Ketika Impian Hancur Berantakan
Saya, adalah seorang pemimpi :) semua yang indah indah saya mimpikan ada dan hadir dalam hidup saya, mulai dari jejaka seganteng bang Nicolas Saputra, rumah mungil berhalaman luas, memiliki yayasan yatim piatu, keliling Eropa, umroh dan haji dan sejuta impian saya, anak anak yang berkeliaran bak malaikat kecil, kesehatan yang prima, yang gak pake sakit sakit, namun yang namanya hidup tidak semua impian bisa menjadi nyata, tidak semua harapan bisa menjadi nyata :) ok deal dulu dengan kalimat pertama ini, “bahwa tidak semua yang kita impikan bisa kita miliki” pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus saya lakukan ketika impian ini hancur berantakan :(
Ketika impian saya hancur berantakan pasti hati nurani saya akan menghibur saya dengan kalimat “De, mungkin ALLAH sedang menunjukan bahwa impian itu bukan yang terbaik buat lo, bisa jadi ALLAH sedang mengajarkan dewasa dengan memberikan hikmah lewat kehancuran impian lo. Bisa jadi ALLAH menguji untuk menaikan level, bisa jadi ALLAH akan memberi sesuatu yang jauh lebih baik dibanding impian lo” Bisa jadi …. Iya, hati nurani saya tidak pernah berdusta, semua yang dikatakannya itu adalah jawaban atas hancurnya impian impian saya :)
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah:216)
Iya betul, bahwa yang diberikan dan yang diambil oleh ALLAH adalah apa apa yang pas untuk saya, pas berdasarkan pengetahuan ALLAH yang maha mengetahui, bukan pas menurut ukuran saya, karena kalau menuruti keinginan saya pasti yang pas dengan hawa nafsu saya, namanya juga manusia, kan sukanya yang enak enak aja :) baiklah, sekarang bagaimana jika impian sudah hancur, mau mengeluh? menangisi yang sudah berlalu? menumpuk rasa sakit hati? dendam hingga terlampiaskan? semua itu tidak akan mengobati luka, semua itu hanya sia sia, dan ingat loh “ALLAH membenci kesia siaan“ dan menyimpan amarah, dendam, hanya akan memperborok hati, jangan deh !! it’s really not worthed at all.
Kemudian apa saya harus menyerah setelah impian ini sirna? tentu TIDAK, karena impian saya bukan hanya satu, setelah ini saya harus membangun impian impian yang lain yang jauh lebih indah, boleh nangis tapi jangan lama lama, nanti kehabisan waktu untuk nyusun impian baru :) jadi jalan keluar ketika impian hancur berantakan adalah “MEMBANGUN IMPIAN BARU” teruskan ikhtiar, teruskan berdoa, sampai ALLAH ridho, jika ALLAH ridho semua akan dimudahkan, kan ALLAH tidak pernah ingkar janji.
Jadilah hamba yang membanggakan penciptanya “Bila memperoleh kebaikan dia memuji ALLAH dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji ALLAH dan bersabar” yuk buat ALLAH bangga memiliki hamba sekuat kita !!
Sudahlah, ikhlaskan apa yang terambil, jangan biarkan hati luka terlalu lama, nanti membusuk loh, Bangunlah mimpi baru, yang jauh lebih indah … jika hancur lagi, pikirkan mungkin cara yang kemarin salah, maka betulkan dan bangun lagi, hasilnya pasti lebih indah !! ALLAH bersama hambanya yang ridho, subhanallah … yuk !!
Waktu Tersisa …
Waktu Tersisa …
Seperti yang kita semua tahu *ah, sok ngetop lo De* :) kemarin jatah hidup saya dibumi ALLAH berkurang, istilah kerennya kemarin adalah hari lahir saya, orang solo bilang “birthday”, iya setiap kali ulang tahun, saya selalu merenung “kemana sisa umur saya akan saya bawa?” karena tak lagi berguna apa yang sudah berlalu karena waktu tak akan kembali, lebih penting memikirkan apa yang akan saya lakukan disisa umur ini
Bercermin pada kehidupan zaman sekarang dan kebetulan saya berada didalam zaman ini, zaman dimana manusia tak punya lagi banyak waktu untuk ibadah, dengan alasan “duh, gak ada waktu” padahal ALLAH memberikan 24 jam itu sama rata ke semua orang, ke ustadz, ke si miskin dan ke si kaya, jadi siapa yang lambat dan siapa yang tak mampu mengisi waktu dengan kebaikan kebaikan, sedang berseliweran di telinga saya “manusia yang paling baik adalah yang berguna bagi orang banyak” sedang saya? *merenung* :(
Merenung untuk segala dosa dan khilaf di masa lalu, saya mohonkan ampunan ALLAH dan maaf, semoga disaat napas saya berhenti, saya telah mendapat ampunan dan maaf dari orang orang yang pernah saya lukai hatinya “maafin saya yah”
Merenung untuk mengisi waktu tersisa ini, untuk cita-cita besar di masa yang akan datang bisa menjadi penulis best seller mengalahkan Andrea Hirata, menjadi Ibu bagi anak anak pemulung, fakir, yatim, dan anak anak yang menjadikan saya their shoulder to cry on, mejadi madrasah bagi anak anak yang lahir dari rahim saya, semoga diri ini di beri kekuatan dan kemudahan untuk menggapainya dan semoga saya mampu memantaskan diri untuk memperolah semua itu
Merenung untuk semua tindakan konyol dan ngaco di masa lalu, untuk segala kesombongan yang pernah melekat di jiwa saya, semoga bisa menjadi pelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi diwaktu yang tersia
Merenung untuk kebahagian, rahmat kasih sayang ALLAH yang begitu besar tak terkira, kehadiran Ayah, kehadiran orang orang yang begitu mencintai saya, “special thanks untuk yang sudah begadang menunggu datangnya my lucky birthday number”, untuk dua kue besar dari sahabat dan orang orang tercinta, untuk serangkaian bunga mawar merah di meja belajar saya, ah Alhamdulillah yang tak terkira, terima kasih ALLAH, terima kasih telah menghadirkan segala cinta
Hidup memang singkat dan terlalu singkat untuk di isi yang sia sia, waktu tak akan akan berguna lagi ketika saya sibuk dengan urusan dunia, jadi ingat pesan guru mengaji saya “De, ketika kita sibuk dengan urusan dunia maka ALLAH akan menyibukan kita dengan hal hal yang sia sia“ astaghfirullah, takutnya jika ALLAH marah karena saya tak lagi mengejar akhirat, padahal janji ALLAH adalah “ketika saya mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti” dan ALLAH tidak pernah ingkar janji bukan? :)
Semoga di tahun datang akan lebih baik lagi, inipun jika ada ALLAH masih menitipkan napas, jika tak ada lagi, semoga kepulangan saya membawa bekal yang pantas untuk menghadap sang ILLAHI, entah sampai kapan, esok? lusa? napas pasti akan terhenti
Umur memang terus berkurang dari hari ke hari, semoga di sisa waktu yang ada, kehidupan akan lebih baik dan bermakna bahkan dalam kehidupan setelah kematian sekali pun…
Happy milad Ade “jadikan kebencian orang orang sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan jadikan segala cinta dari orang orang yang mencintai Ade sebagai inspirasi untuk terus berbagi, karena hidup adalah siang dan malam, dan kita tidak bisa membuat semua orang suka dan mencintai kita bukan?”
Ah … waktu !!
Seperti yang kita semua tahu *ah, sok ngetop lo De* :) kemarin jatah hidup saya dibumi ALLAH berkurang, istilah kerennya kemarin adalah hari lahir saya, orang solo bilang “birthday”, iya setiap kali ulang tahun, saya selalu merenung “kemana sisa umur saya akan saya bawa?” karena tak lagi berguna apa yang sudah berlalu karena waktu tak akan kembali, lebih penting memikirkan apa yang akan saya lakukan disisa umur ini
Bercermin pada kehidupan zaman sekarang dan kebetulan saya berada didalam zaman ini, zaman dimana manusia tak punya lagi banyak waktu untuk ibadah, dengan alasan “duh, gak ada waktu” padahal ALLAH memberikan 24 jam itu sama rata ke semua orang, ke ustadz, ke si miskin dan ke si kaya, jadi siapa yang lambat dan siapa yang tak mampu mengisi waktu dengan kebaikan kebaikan, sedang berseliweran di telinga saya “manusia yang paling baik adalah yang berguna bagi orang banyak” sedang saya? *merenung* :(
Merenung untuk segala dosa dan khilaf di masa lalu, saya mohonkan ampunan ALLAH dan maaf, semoga disaat napas saya berhenti, saya telah mendapat ampunan dan maaf dari orang orang yang pernah saya lukai hatinya “maafin saya yah”
Merenung untuk mengisi waktu tersisa ini, untuk cita-cita besar di masa yang akan datang bisa menjadi penulis best seller mengalahkan Andrea Hirata, menjadi Ibu bagi anak anak pemulung, fakir, yatim, dan anak anak yang menjadikan saya their shoulder to cry on, mejadi madrasah bagi anak anak yang lahir dari rahim saya, semoga diri ini di beri kekuatan dan kemudahan untuk menggapainya dan semoga saya mampu memantaskan diri untuk memperolah semua itu
Merenung untuk semua tindakan konyol dan ngaco di masa lalu, untuk segala kesombongan yang pernah melekat di jiwa saya, semoga bisa menjadi pelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi diwaktu yang tersia
Merenung untuk kebahagian, rahmat kasih sayang ALLAH yang begitu besar tak terkira, kehadiran Ayah, kehadiran orang orang yang begitu mencintai saya, “special thanks untuk yang sudah begadang menunggu datangnya my lucky birthday number”, untuk dua kue besar dari sahabat dan orang orang tercinta, untuk serangkaian bunga mawar merah di meja belajar saya, ah Alhamdulillah yang tak terkira, terima kasih ALLAH, terima kasih telah menghadirkan segala cinta
Hidup memang singkat dan terlalu singkat untuk di isi yang sia sia, waktu tak akan akan berguna lagi ketika saya sibuk dengan urusan dunia, jadi ingat pesan guru mengaji saya “De, ketika kita sibuk dengan urusan dunia maka ALLAH akan menyibukan kita dengan hal hal yang sia sia“ astaghfirullah, takutnya jika ALLAH marah karena saya tak lagi mengejar akhirat, padahal janji ALLAH adalah “ketika saya mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti” dan ALLAH tidak pernah ingkar janji bukan? :)
Semoga di tahun datang akan lebih baik lagi, inipun jika ada ALLAH masih menitipkan napas, jika tak ada lagi, semoga kepulangan saya membawa bekal yang pantas untuk menghadap sang ILLAHI, entah sampai kapan, esok? lusa? napas pasti akan terhenti
Umur memang terus berkurang dari hari ke hari, semoga di sisa waktu yang ada, kehidupan akan lebih baik dan bermakna bahkan dalam kehidupan setelah kematian sekali pun…
Happy milad Ade “jadikan kebencian orang orang sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan jadikan segala cinta dari orang orang yang mencintai Ade sebagai inspirasi untuk terus berbagi, karena hidup adalah siang dan malam, dan kita tidak bisa membuat semua orang suka dan mencintai kita bukan?”
Ah … waktu !!
GALAU Pasti Berlalu
GALAU Pasti Berlalu
Judulnya kaya lagu De? “Badai pasti berlalu” :)
Saya, kamu, dan kita semua pasti pernah merasakan “Galau” iya, galau memiliki rasa takut, gelisah, cemas, merasa bersalah, merasa gak tahu harus ngapain, merasa paling menderita didunia ini, merasa paling terdzalimi, merasa tak diterima, merasa terbuang, merasa terhina, merasa semua yang berbau negative, sumpek pokoknya, iya ini namanya galau dan teman temannya yaitu segala perasaan negatif lainnya. Ini biasa dan semua manusia pernah merasakannya dan masih sering datang menghingapi, atau mungkin sekarang sedang merasakannya, mau nangis aja udah gak bisa saking keselnya :) kasihan deh lo”, hehehe!! tenang, berikut saya berikan obat nya :P
Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah “obatnya apa De?” dan bagaimana tuh caranya agar galau gak datang lagi, kalau gak datang lagi kayanya gak bisa deh, karena si galau ini saya butuhkan untuk dapat membedakan mana sedih dan mana bahagia, kalau gak ngerasain kan gak tahu bedanya
Kalau udah gak mau merasakan galau yah istirahat di TPU sana, selama masih dibumi ALLAH tercinta ini, galau pasti ada, masalahnya sekarang seberapa lama kita mau bergalau galau riya :) nah itu kita yang tentukan, jadi “La Tahzan” kalau kata orang Sukabumi :P
Menyadur dari ucapan sahabat saya kalau lagi galau coba “ambil sebuah pensil, pegang dengan tangan, angkat keatas dan kemudian lepaskan” maka pensil itu akan terlepas dan jatuh, menggelinding jatuh ke kolong meja dan sulit diambil lagi, kalaupun mau yah bersusah susah untuk mengambilnya, Sesimple itulah MELEPASKAN galau, sedih, luka, menderita, mewek, cengeng, terhimpit dan perasaan-perasaan negatif lainnya, pergi sedetik saya melepaskannya.
“Sesimpel itu De? Iya dong !!
Karena galau dan perasaan negatif itu akan hilang jika kita MAU melepaskannya, masalahnya sekarang mau atau tidak … bukan bisa atau tidak bisa lo yah, tapi mau atau tidak mau !! jreng jreng *mikir*
“cari solusinya dong De, jangan asal kasih pengertian galau, itu kita juga ngerti” hehehe, hati nurani saya nimbrung nih, gini deh, kalau galau itu datang coba berbaring rilex dan tarik napas, terus tanyakan dalam hati “kenapa sih gue bisa segala ini, kaya gak ada aja cara bahagia, terus tanyakan diri mau dilepas gak nih galau apa mau dibiarin aja disini, sampai kapan?” kemudian libatkan ALLAH, sebut pelan dalam hati “Subhanallah.. Subhanalallah” terus sambil tarik napas, dan lepaskan sampai ketiduran kalau perlu, nanti ketertarikan kalimat maha suci ALLAH akan memasukan pikiran suci bersih dan mengeluarkan daki hati bernama galau itu tadi :) berani coba !! jangan bilang gak bisa, yang ada gak mau .
ALLAH maha membolak balikan hati …
“Kalau masih galau juga gimana De?” nanya melulu sih kaya sopir taksi :) kalau masih galau juga kemungkinan hati kita mati, dan jika hati mati karena terlalu banyak bermaksiat, obatnya taubat sebenar benarnya taubat, nanti taubat itu yang akan menyembuhkan galau demi galau, mari muhasabah hati, dan ingat loh, tidak ada galau yang abadi pasti berakhir
Tambahan nih ada cara sederhana nih dari sahabat saya, tapi kalau saya lebih suka mengingat ALLAH dulu baru melakukan ini :)
Ketika galau, hubungi Ayah Ibu, sampaikan kalau kita sangat merindukan beliau, atau pulang dan peluk Ayah atau Ibu dijamin airmata mengalir deras, habis ini tetap dzikir yah, poll nih rasa sedihnya terus pas airmata kering, galau kabur bersama airmata :)
Dan cara kedua hubungi orang yang pernah kita sakiti, minta maaf dan minta ketemu, berani gak? hehehe … Dan juga hubungi orang yang pernah menyakiti kita, kemudian sampaikan kita ingin memperbaiki silaturahmi dengannya, sampaikan permohonan maaf, “males banget sih De“
Cara terakhir gak enak emang, kalau udah berhubungan dengan saling memaafkan rasanya berat yah, padahal tak akan masuk surga loh saya ketika saya menyakiti hati seseroang dan maaf belum saya dapat udah keburu dijemput Izroil yang kejam, yang ngambil nyawanya gak pake nunggu besok karena saya mau minta maaf dulu :)
Selamat mencoba, semoga hati akan merasa lega dan menjadi HATI yang POSITIF!
Judulnya kaya lagu De? “Badai pasti berlalu” :)
Saya, kamu, dan kita semua pasti pernah merasakan “Galau” iya, galau memiliki rasa takut, gelisah, cemas, merasa bersalah, merasa gak tahu harus ngapain, merasa paling menderita didunia ini, merasa paling terdzalimi, merasa tak diterima, merasa terbuang, merasa terhina, merasa semua yang berbau negative, sumpek pokoknya, iya ini namanya galau dan teman temannya yaitu segala perasaan negatif lainnya. Ini biasa dan semua manusia pernah merasakannya dan masih sering datang menghingapi, atau mungkin sekarang sedang merasakannya, mau nangis aja udah gak bisa saking keselnya :) kasihan deh lo”, hehehe!! tenang, berikut saya berikan obat nya :P
Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah “obatnya apa De?” dan bagaimana tuh caranya agar galau gak datang lagi, kalau gak datang lagi kayanya gak bisa deh, karena si galau ini saya butuhkan untuk dapat membedakan mana sedih dan mana bahagia, kalau gak ngerasain kan gak tahu bedanya
Kalau udah gak mau merasakan galau yah istirahat di TPU sana, selama masih dibumi ALLAH tercinta ini, galau pasti ada, masalahnya sekarang seberapa lama kita mau bergalau galau riya :) nah itu kita yang tentukan, jadi “La Tahzan” kalau kata orang Sukabumi :P
Menyadur dari ucapan sahabat saya kalau lagi galau coba “ambil sebuah pensil, pegang dengan tangan, angkat keatas dan kemudian lepaskan” maka pensil itu akan terlepas dan jatuh, menggelinding jatuh ke kolong meja dan sulit diambil lagi, kalaupun mau yah bersusah susah untuk mengambilnya, Sesimple itulah MELEPASKAN galau, sedih, luka, menderita, mewek, cengeng, terhimpit dan perasaan-perasaan negatif lainnya, pergi sedetik saya melepaskannya.
“Sesimpel itu De? Iya dong !!
Karena galau dan perasaan negatif itu akan hilang jika kita MAU melepaskannya, masalahnya sekarang mau atau tidak … bukan bisa atau tidak bisa lo yah, tapi mau atau tidak mau !! jreng jreng *mikir*
“cari solusinya dong De, jangan asal kasih pengertian galau, itu kita juga ngerti” hehehe, hati nurani saya nimbrung nih, gini deh, kalau galau itu datang coba berbaring rilex dan tarik napas, terus tanyakan dalam hati “kenapa sih gue bisa segala ini, kaya gak ada aja cara bahagia, terus tanyakan diri mau dilepas gak nih galau apa mau dibiarin aja disini, sampai kapan?” kemudian libatkan ALLAH, sebut pelan dalam hati “Subhanallah.. Subhanalallah” terus sambil tarik napas, dan lepaskan sampai ketiduran kalau perlu, nanti ketertarikan kalimat maha suci ALLAH akan memasukan pikiran suci bersih dan mengeluarkan daki hati bernama galau itu tadi :) berani coba !! jangan bilang gak bisa, yang ada gak mau .
ALLAH maha membolak balikan hati …
“Kalau masih galau juga gimana De?” nanya melulu sih kaya sopir taksi :) kalau masih galau juga kemungkinan hati kita mati, dan jika hati mati karena terlalu banyak bermaksiat, obatnya taubat sebenar benarnya taubat, nanti taubat itu yang akan menyembuhkan galau demi galau, mari muhasabah hati, dan ingat loh, tidak ada galau yang abadi pasti berakhir
Tambahan nih ada cara sederhana nih dari sahabat saya, tapi kalau saya lebih suka mengingat ALLAH dulu baru melakukan ini :)
Ketika galau, hubungi Ayah Ibu, sampaikan kalau kita sangat merindukan beliau, atau pulang dan peluk Ayah atau Ibu dijamin airmata mengalir deras, habis ini tetap dzikir yah, poll nih rasa sedihnya terus pas airmata kering, galau kabur bersama airmata :)
Dan cara kedua hubungi orang yang pernah kita sakiti, minta maaf dan minta ketemu, berani gak? hehehe … Dan juga hubungi orang yang pernah menyakiti kita, kemudian sampaikan kita ingin memperbaiki silaturahmi dengannya, sampaikan permohonan maaf, “males banget sih De“
Cara terakhir gak enak emang, kalau udah berhubungan dengan saling memaafkan rasanya berat yah, padahal tak akan masuk surga loh saya ketika saya menyakiti hati seseroang dan maaf belum saya dapat udah keburu dijemput Izroil yang kejam, yang ngambil nyawanya gak pake nunggu besok karena saya mau minta maaf dulu :)
Selamat mencoba, semoga hati akan merasa lega dan menjadi HATI yang POSITIF!
Berdiri Di Atas Takdir
Berdiri Di Atas Takdir
Betul bahwa hidup tak selalu indah, betul bahwa hidup tak selalu menyuguhkan semua yang saya inginkn, betul bahwa semua yang saya inginkan tak semua bisa saya miliki, betul bahwa kadang hidup ini terasa lebih pahit dari pare rebus dan lalapan daun pepaya, betul bahwa kadang saya tertipu dengan dunia, saya tersakiti oleh kata kata orang yang harusnya tidak saya masukan hati,
Kadang bodohnya saya, saya mabuk oleh cinta manusia yang tidak mencintai saya *parah*, saya bahkan pernah jatuh bangun mempertahankan hubungan yang sudah kolaps menunggu mati “udah jelas jelas orangnya gak mau” hehehe… cinta ama bodoh emang beda tipis, pernah saya kadang ingin berteriak oleh keputusan orang tua saya yang tak sejalan, dan bahkan hancur oleh keingin keinginan … dunia oh dunia, kata Ayah saya dunia itu ujungnya tanah bukan langit :)
Iya semua manusia pasti mengalami kondisi sulit, dalam kadar kesulitan yang berbeda beda tentunya, yang menurut saya berat mungkin ringan untuk yang lain, gelap tak jelas, kian hari bukan kian terang tapi kian menggelisahkan. Seluruh jalan terasa buntu, tangisan setimbun masalah hidup, tapi beginilah hidup selama masih bernapas selama itu pula masalah akan datang, jangan sombong yang sekarang sedang bahagia, bentar lagi kolaps !! tukeran, hidup itu selalu berputar, hari ini sedih besok bahagia :)
“Lalu bagaimana agar terhindar dari semua yang menyakitkan itu De” menghindar? manalah bisa, saya dan kita semua hanya manusia yang hadir didunia ini sebagai khalifah dan kita semua didunia ini menjalankan takdir kita masing masing, lahir dengan perjalanan hidup masing masing, datang sendiri, pulang sendiri, kan gitu yah? ALLAH maha Adil, setiap cobaan sesuai takaran kemamapuan masing masing, ALLAH aja yakin saya kuat, masa saya gak yakin !! jreng jreng !! jangan bilang beriman kalau gak teruji, jleb jelb !!
Pesen guru ngaji saya nih: TOP banget !! “Setiap ujian dan kerumitan hidup itu bukti kasih sayang ALLAH, kalau ALLAH gak perduli ngapain diuji, biarin aja tersesat kesenangan sesaat, terjerumus, nyemplung dan hancur, ujungnya kekal di neraka” mau? saya sih gak mau !
Jadi yang bisa saya lakukan adalah menerima semua takdir hidup, sepahit apapun, seperih apapun, mau nolak kaga bisa :) ikhlas gak ikhlas waktunya gagal ya gagal, sabar gak sabar waktunya kehilangan yang kehilangan, mau nangis darah tetap kehilanga, jadi mendingan terima sambil ngelus dada terus bilang deh “ya ALLAH kuatkan hamba, ampuni hamba yang lemah, cintai hamba, sayangi hamba dan jangan tinggalkan hamba sendiri melewati semua ini” terus dzikir deh, terus dzikir jangan berhenti sampai tenang dan air mata habis :)
Ketika masalah datang, ALLAH tidak meminta saya berpikir hingga penat mencari jalan keluar, karena jalan keluar milik ALLAH, yang ALLAH minta hanya saya sabar dan shalat “dan jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu” kurang apa lagi coba? Ayo hapus arimata yah, sabar dan shalat !!!
Dan satu lagi, jika terasa buntu jangan cari jalan keluar yang tambah masalah, jangan menyelesaikan masalah dengan masalah, contohnya nih “gak dapat dapat jodoh, nekat pacaran dan menyerahkan segalanya” ini bodoh namanya, contoh lagi minum minum hamar dan nge-drug biar hilang masalah, masalah gak hilang otak hilang” :)
Jadi, selamat kembali ke ALLAH, DIA yang memberi ujian DIA pula yang akan mencarikan jalan keluar, gak ada yang lain Bro !! percaya deh, kalau gak percaya follow my twitter @rindu_ade :) :)
Betul bahwa hidup tak selalu indah, betul bahwa hidup tak selalu menyuguhkan semua yang saya inginkn, betul bahwa semua yang saya inginkan tak semua bisa saya miliki, betul bahwa kadang hidup ini terasa lebih pahit dari pare rebus dan lalapan daun pepaya, betul bahwa kadang saya tertipu dengan dunia, saya tersakiti oleh kata kata orang yang harusnya tidak saya masukan hati,
Kadang bodohnya saya, saya mabuk oleh cinta manusia yang tidak mencintai saya *parah*, saya bahkan pernah jatuh bangun mempertahankan hubungan yang sudah kolaps menunggu mati “udah jelas jelas orangnya gak mau” hehehe… cinta ama bodoh emang beda tipis, pernah saya kadang ingin berteriak oleh keputusan orang tua saya yang tak sejalan, dan bahkan hancur oleh keingin keinginan … dunia oh dunia, kata Ayah saya dunia itu ujungnya tanah bukan langit :)
Iya semua manusia pasti mengalami kondisi sulit, dalam kadar kesulitan yang berbeda beda tentunya, yang menurut saya berat mungkin ringan untuk yang lain, gelap tak jelas, kian hari bukan kian terang tapi kian menggelisahkan. Seluruh jalan terasa buntu, tangisan setimbun masalah hidup, tapi beginilah hidup selama masih bernapas selama itu pula masalah akan datang, jangan sombong yang sekarang sedang bahagia, bentar lagi kolaps !! tukeran, hidup itu selalu berputar, hari ini sedih besok bahagia :)
“Lalu bagaimana agar terhindar dari semua yang menyakitkan itu De” menghindar? manalah bisa, saya dan kita semua hanya manusia yang hadir didunia ini sebagai khalifah dan kita semua didunia ini menjalankan takdir kita masing masing, lahir dengan perjalanan hidup masing masing, datang sendiri, pulang sendiri, kan gitu yah? ALLAH maha Adil, setiap cobaan sesuai takaran kemamapuan masing masing, ALLAH aja yakin saya kuat, masa saya gak yakin !! jreng jreng !! jangan bilang beriman kalau gak teruji, jleb jelb !!
Pesen guru ngaji saya nih: TOP banget !! “Setiap ujian dan kerumitan hidup itu bukti kasih sayang ALLAH, kalau ALLAH gak perduli ngapain diuji, biarin aja tersesat kesenangan sesaat, terjerumus, nyemplung dan hancur, ujungnya kekal di neraka” mau? saya sih gak mau !
Jadi yang bisa saya lakukan adalah menerima semua takdir hidup, sepahit apapun, seperih apapun, mau nolak kaga bisa :) ikhlas gak ikhlas waktunya gagal ya gagal, sabar gak sabar waktunya kehilangan yang kehilangan, mau nangis darah tetap kehilanga, jadi mendingan terima sambil ngelus dada terus bilang deh “ya ALLAH kuatkan hamba, ampuni hamba yang lemah, cintai hamba, sayangi hamba dan jangan tinggalkan hamba sendiri melewati semua ini” terus dzikir deh, terus dzikir jangan berhenti sampai tenang dan air mata habis :)
Ketika masalah datang, ALLAH tidak meminta saya berpikir hingga penat mencari jalan keluar, karena jalan keluar milik ALLAH, yang ALLAH minta hanya saya sabar dan shalat “dan jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu” kurang apa lagi coba? Ayo hapus arimata yah, sabar dan shalat !!!
Dan satu lagi, jika terasa buntu jangan cari jalan keluar yang tambah masalah, jangan menyelesaikan masalah dengan masalah, contohnya nih “gak dapat dapat jodoh, nekat pacaran dan menyerahkan segalanya” ini bodoh namanya, contoh lagi minum minum hamar dan nge-drug biar hilang masalah, masalah gak hilang otak hilang” :)
Jadi, selamat kembali ke ALLAH, DIA yang memberi ujian DIA pula yang akan mencarikan jalan keluar, gak ada yang lain Bro !! percaya deh, kalau gak percaya follow my twitter @rindu_ade :) :)
Rabu, 04 Juli 2012
Malam “Nisfu Sya’ban” dan Keutamaannya
Tulisan ini hanyalah sekedar berbagi untuk teman-teman Ummat Muslim, semoga bermanfaat. Karena memberikat sesuatu yang bermanfaat adalah bagian dari amal ibadah.
Berdasarkan informasi, 15 Sya’ban jatuh pada Kamis tanggal 5 Juli 2012
(Malam Nisfu Sya’ban pada hari Rabu tgl 4 Juli 2012 Malam Kamis sejak terbenamnya matahari)
Apa yang menyebabkan malam Nisfu Sya’ban ini besar artinya bagi umat Muslim ? Berikut ini diceritakan seperti yang di alami Rasulullah Saw:
Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw. ” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .”
Rasulullah saw bertanya, ” Malam apa ini Jibril ?”
Jibril menjawab. ” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”
Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :
.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu
Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu, maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)
KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA’BAN
Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:
Hadis Pertama
Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadis Kedua
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)
Hadis Ketiga
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).
Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.
Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita . . Amiin .
Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mengingatkan sesama tentang kedatangan bulan ini. Maka api neraka haram baginya.”
Putus Cinta Itu…
Putus Cinta Itu…
Menyedihkan..
Terasa sakit dan tidak bersemangat
Setiap orang yang sedang mengalami manisnya cinta tentunya pernah pula merasakan sakitnya putus cinta..patah hati..
Terasa seluruh dunia runtuh. Tangis pilu menjadi teman bagi diri diri kita..serasa hampa dan tidak berdaya.
Sebenarnya siapapun yang pernah jatuh cinta tentunya tahu resikonya. Yah semua hidup itu memang penuh resiko..
Sering pada saat telah menjalin hubungan cinta dalam waktu yang lama, kita merasakan bahwa pasangan kita adalah segalanya..he/she is the best..bahkan dalam hati kecil kita mungkin berharap
“oh ..someday he/she will be my ultimata patner of life”
atau
“oh saya berharap dia menjadi pasangan nikahku”
atau lebih jauh lagi..
“Saya bahkan sudah berharap kelak pada saat saya bangun tidur..ia ada disampingku..sebagai istri/suamiku”
Apapun harapan tersebut, pada saat putus cinta…semua terasa menyakitkan karena sangat besar harapan itu.
Ya.. keberadaan harapan dan impian itulah yang menjadi penyebab putus cinta itu sangat menyakitkan..
padahal putus cinta adalah konsekuensi logis dari hubungan pacaran.
Sebenarnya, siapapun yang pacaran sudah tahu kok resikonya..termasuk resiko putus cinta. Rasionalitas manusia sudah mengetahuinya. Hanya saja seperti tokoh manga, Toma dalam komik detektif, QED, terbitan Kodhansa, pernah mengatakan bahwa keberadaan emosi itulah yang menjadikan manusia bukan sebagai mesin.
(walaupun kalo nonton I, Robot, mesin pun punya emosi hhe :D ribet euy)
Adanya emosi itulah maka seseorang pada saat pacaran merasakan berbunga-bunga dan pada saat putus cinta, dunia terasa runtuh.
Marilah kita melihat sisi lain dari putus cinta.
Saya sendiri menilai putus cinta adalah kesempatan untuk mendapatkan yang terbaik dan kesempatan untuk berpikir jernih.
Putus cinta berarti kesempatan untuk mengakhiri hubungan yang tidak baik bagi kedua pihak.
Berpikir jernih bahwa memang itu bukan jodoh kita.
Setelah putus cinta..g ada salahnya juga mencari pacar baru
But g ada salahnya juga mulai memikirkan waktu yang bermanfaat bagi Tuhan, sesama, keluarga, dan bagi diri sendiri..
Perbaiki diri dan who knows justru ketemu jodoh sejati yang berani mengatakan.. “aku siap untuk menjadi pasangan resmimu”
Wallahu alam
Selasa, 08 Mei 2012
Inspiring Story About SNMPTN
Inspiring Story About SNMPTN
dulu ketika Kamel ikut UMPTN, hari pertama Matdas cuma ngisi 3 soal, tapi yakin semua bener.
hari kedua telat 29 menit, terus diomelin panitia di depan kelas: “1 menit lagi kamu telat, gak boleh masuk ruangan ini!!!!!!
“jiper..nge-down..malu…karena peserta seruangan itu ngeliatin Kamel,
padahal Kamel gak kenal mereka sama sekali karena diacak dari berbagai
sekolah.
jiwa seorang amel remaja berusia 17 tahun ketika itu tentunya beda
banget kalo dibandingin sama keadaan Kamel sekarang yang jauh lebih PD
tampil di depan banyak orang. terus dalam waktu 61 menit kemudian, Kamel
harus mengumpulkan segenap kepercayaan diri sendiri. memaafkan diri
sendiri karena sebelumnya habis memaki-maki diri sendiri juga, dan
berdamai dengan kenyataan…mengelap keringat karena lari-lari,
mengeluarkan pensil yang patah dari kotak pensil, kipas-kipas karena
keringatan, dan berusaha fokus walau air mata menetes di pipi karena
malunya luar biasa.
sadar bahwa usaha Kamel nggak bakal mengantarkan Kamel sampai ke
gerbang masuk Psiko UI (TO terakhir Kamel waktu itu masih minus 144
menuju Psiko UI!), Kamel teringat pesan pengajar Geografi Bu Pretiwi
ketika hari terakhir super intensif masuk: “maka berdoalah kamu
sebanyak-banyaknya, sekhusyu’-khusyu’nya… karena kekuatan doa itu luar
biasa dahsyatnya. terutama doa dari ibu…menembus langit”usai hari ke-2
UMPTN, Kamel langsung sungkeman sama ibu kandung dan neneknya Kamel
yang mendidik Kamel dari kecil, kamel minta restu dan doa dari
mereka…sebenarnya mereka nggak setuju Kamel masuk psikologi, idealnya
orang tua kalo punya anak di IPS pengennya ya masuk FE, kerja di
bank..bukannya malah ngurusin orang sakit jiwa, atau malah anaknya yang
berobat jalan di psikologi!begitulah anggapan mereka ketika itu.
tapi karena mereka nggak tega juga kali ya ngeliat kamel yang kecil
mrikintil dan mungil ini, akhirnya mereka merestui.Kamel juga masih
terus sholat dhuha-tahajud-dan puasa senin kamis.walau kata temen2: “lu
ngapain mel masih rajin ibadah, kan UMPTN-nya udah lewat?”ada lagi teman
yg nyindir: “ah elo meL..ibadah kalo ada maunya doang. kalo lagi seneng
aja lu boro2 ibadah!”Kamel jawab, “masih mending gw… daripada elo, udah
nggak ngelakuin, bisanya cuma nyindir doang!”bagi Kamel, UMPTN memang
udah lewat… tapi bukankah pengumuman hasil itu lebih penting? dan itulah
yang belum lewat. saya tidak mendoakan yang jelek bagi orang lain, tapi
berharap boleh dong?apa salahnya saya berharap:”ALLAH MAHA
PEMBOLAK-BALIK HATI, SEMOGA PENGAWAS ITU DIBALIK HATINYA DAN SEMOGA
KERTAS LEMBAR JAWABKU SELAMAT SAMPAI TUJUAN AKHIRNYA (baca:scanner)”
dan ketika hari pengumuman itu tiba… (dulu hanya lewat koran pagi,
belum ada kerjasama dengan internet).kamel dan papa kamel nungguin
tukang koran langganan lewat di depan rumah sejak jam 5.30 pagi.biasanya
jam segitu dia udah rajin ngelempar koran ke rumah.mama kamel lagi
dinas ke jepang, dan beliau terus telpon nanya kabar pengumuman
UMPTN.dengan jeda waktu antara tokyo-jakarta beberapa jam, beliau terus
menerus ngaji di sana, di detik2 kamel nunggu pengumuman UMPTN via
koran.
kamel
tanya, “ngapain lagi mama ngajiin aku? kan hasilnya udah pasti keluar,
nggak ada yang bisa diupayakan lagi ma…”. “lho..” jawab beliau, “hasil
memang udah keluar, tapi mama ngajiin untuk keikhlasan batin kamu andai
kamu nggak diterima… jangan sampai kamu shock.”wuahh..makin nyesek dada
kamel ketika itu.semakin terbebani…takut mengecewakan orang tua.mana
tukang koran gak lewat-lewat pula!dulu belum zaman HP, gak bisa nitip
temen SMS minta liatin nomer.apalagi zaman buku muka (facebook),
belooommm…!
jam 6…
6.30…
jam 7…
7.30
“pa, kaya’nya ini udah firasat buruk deh. tukang koran aja ogah lewat
rumah kita…” mata kamel udah berkaca-kaca ketika itu. papa kamel gak
jawab, cuma ngusap2 rambut kamel. duhhh..ngomong apaan kek gitu yang
bisa nguatin batin saya!kaya’nya beliau juga udah mikir hal yang sama.
atau entah apa lah, tapi yang jelas beliau masih nemenin kamel berdiri
di depan gerbang rumah nunggu tukang koran lewat. setiap kali ada suara
motor lewat, leher kami selalu melongok ke ujung gang komplek rumah,
berharap tukang koran itu datang.
“kalo jam 8 nggak lewat juga, kita cari koran di depan,” kata papa.
yah, setidaknya keluar juga omongan dari mulutnya. jam 8 kurang
dikiiiiittt bangettt…dateng dah tuh tukang koran, “maaf pak, korannya
abis terus saya jadi balik 3X ke agen ngambil lagi. tapi buat rumah ini
mah udah prioritas. hehee…nunggu pengumuman ujian juga ya
mbak?”ahhh…nggak sempet jawab! langsung kamel rebut koran dari
tangannya, dan buru2 cari nomor peserta kamel….keriting tuh mata karena
dulu pengumumannya berdasarkan urutan nomor peserta, bukan kaya’
sekarang berdasarkan jurusan.
081..
Amalia Sekar Wulan
“wuaahhh…papa! itu namaku lulus!”
“liat yang bener, kali aja ‘amalia sekar wulan’ yang lain, bukan
kamu.”iishhh… si papa, emang ada berapa ‘amalia sekar wulan’ sih di
dunia ini? kalo nama asep surasep mungkin pasaran, tapi tidak dengan
namaku! sampe 3 kali saya memastikan nomor dan nama itu cocok dengan
punya saya. “bennner pa, ini aku! aku luluss pa! aku lulusss!!!!”
“lihat dulu lulus di pilihan ke-berapa?”
oiya! saking senengnya sampe lupa. telunjukku memastikan lurus, 3X
juga nama itu sederet dengan kode psiko ui, bukan kode jepang ui. “Psiko
UI pa, pilihan pertama! aku diterima di pilihan pertama pa, impian aku
pa!!!!!”wuahhhh papa yang seumur hidup nggak pernah saya lihat menangis,
kali ini ada air mata menetes di pipinya. langsung kami berpelukan dan
sujud syukur lah kami. alhamdulillah ya Allah…. ternyata semua doa itu
Kau kabulkan. mungkin kalo ada tetangga lewat dan kebetulan ngeliat,
mereka pasti bingung, “nih anak ama bapak ngapain sujud-sujud di garasi
pagi-pagi?”hehee..
dering telpon rumah membangunkan sujud panjang kami.”gimana mbak?”
kata suara di ujung telpon sana. mama saya. isengin dulu lah.
“aku….nggak diterima ma….””ya udahlah mbak, gak apa2 ya, yang ikhlas…
Allah udah siapin ganti yg lebih baik kok..””aku belum selesai ngomong
ma…””kenapa?””aku nggak diterima di pilihan kedua….””maksudnya?””soalnya
aku diterima di pilihan pertama..””Psikologi?””iya dong… heheee..”
“alhamdulillah….” sambil sesenggukan mamanya kamel mengucap syukur .
dan setelah itu bener2 nggak terdengar suaranya lagi, terisak nangis
dalam keharuan yang dalam karena doanya selama ini didengar
Allah.”halo..? halo? mama? maaaa…?”dan hanya isakan tangis yang kamel
dengar….yaaah…si mama… tadi ngajiin anaknya biar nggak shock, ternyata
malah dia sendiri yang shock^^nahhhh…..! dari cerita itulah wahai
adikku, semua siswaku tercinta…
jadi, bukan hanya upaya yang membuat kita lulus, tapi juga kekuatan
doa yang memberhasilkan kita. jangan bandingkan upaya kita dengan orang
lain. lihat dan ngaca dulu,bagaimana upaya kita? teman yang kelihatannya
nyantai kenapa bisa lulus daripada kita yang lebih rajin?mungkin
karena teman kita itu pada dasarnya lebih pinter, ngerjain soal sambil
merem aja udah selesai daripada kita yang harus mati2an belajar. periksa
lagi bagaimana cara-cara kita dalam berupaya. kalau dirasa sudah
optimal, periksa lagi bagaimana kekhusyu’an dan komunikasi kita dengan
Allah. kalau doapun sudah khusyu’, periksa lagi hati itu…apakah ada
kesombongan dan kemaksiatan di sana yang bisa menghalangi doa kita?
ingat, tinggal beberapa hari lagi SNMPTN. ini adalah senjata
pamungkas kamu untuk bisa masuk PTN tahun ini. kamu harus all out,
berjuang mati2an di sana. kamu bukan anak bodoh, karena buktinya kamu
bisa masuk SMA yang bagus! kamu mungkin hanya kurang berusaha. mungkin
masih sering menunda dan malas….dan patutkah kita malas sementara snmptn
tinggal beberapa hari lagi? patutkah seorang pejuang itu malas?
kita semua manusia yang lahir ke dunia ini adalah pejuang. kita
pernah mengalahkan 2 juta sel sperma lainnya menuju sel telur untuk
dibuahi menjadi zygote lalu embrio-janin, hingga akhirnya terlahir
sebagai bayi dan tumbuh sbg manusia dewasa skrg ini. nanti di snmptn
kita hanya perlu mengalahkan 400ribu saingan kita…tidakkah itu jauh
lebih sedikit daripada saingan kita dulu?
jangan khianati perjuangan kita dulu hanya dengan 1 kata: MALAS.
Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat
memetik hikmah yang ada pada renungan di atas. Semoga dapat bermanfaat
bagi kehidupan kita, terimakasih.
Langganan:
Postingan (Atom)